Minggu, 19 Januari 2014

ULASAN JURNAL MANAJEMEN PROYEK DAN RESIKO

Judul : Strategi Manajemen Resiko Dalam Pengembangan Sistem Informasi
(Studi Kasus Sistem Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sumsel)

Oleh : Dedi RiantoRahadi
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Bina Darma, Palembang

Source : https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q&esrc=s&source=web&cd=78&cad=rja&ved=0CGAQFjAHOEY&url=http%3A%2F%2Fblog.binadarma.ac.id%2Fdedi1968%2Fwp-content%2Fuploads%2F2011%2F12%2FStrategi-Pendekatan-Manajemen-Resiko-Dalam-Pengembangan-Sistem-Informasi.docx&ei=myLcUsTYKrHjsASTwYGQBA&usg=AFQjCNELZH1GJkaiGoQN8kuU-4CMTdiipw&sig2=80AFTlFTOQWK0p6cJi0vCA&bvm=bv.59568121%2Cd.cWc

================================================================================= 

ABSTRAK
Manajemen risiko adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur risiko, serta membentuk strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang tersedia. Strategi yang dapat digunakan antara lain mentransfer risiko pada pihak lain, mengindari risiko, mengurangi efek buruk dari risiko dan menerima sebagian maupun seluruh konsekuensi dari risiko tertentu. Adapun metodologi penilaian resiko yang digunakan dengan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) . Secara lebih rinci pengembangan sistem informasi dapat diuraikan dalam 9 langkah, yang tersusun sebagai berikut : 
1) Menentukan karakteristik dari suatu sistem  
2) Mengidentifikasikan ancaman-ancaman
3) Mengidentifikasikan kelemahan sistem 
4). Menganalisa pengawasan
 5) Menentukan beberapa kemungkinan pemecahan masalah 
6) Menganalisa pengaruh resiko terhadap pengembangan sistem 
7) Menentukan resiko 
8) Merekomendasikan cara-cara pengendalian resiko dan 
9) Mendokumentasikan hasil keputusan. SIMPEKE (Sistem Penaggulangan Kemiskinan) adalah system yang akan dijadikan sampel dalam penilaian manajemen resiko. Hasilnya menunjukkan sistem memiliki resiko yang rendah baik dari sisi pelaksanaannya maupun dari system itu sendiri.

Kata Kunci : Manajemen Resiko, SIMPEKE, Sistem Informasi.

KESIMPULAN
Pendekatan manajemen resiko dalam pembangunan SI merupakan proses penting untuk menghindari segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi saat SI tersebut dalam proses pengembangan, maupun saat maintenance dari SI dilaksanakan. Proses penganalisaan dampak resiko dapat di susun dalam bentuk matriks dampak untuk memudahkan para pengambil kebijakan pada proses mitigasi resiko.
Dari hasil analisis SIMPEKE memiliki resiko yang rendah dengan tingkat ancaman pada level negligible, baik dari sisi pelaksanaannya maupun system itu sendiri, sehingga pengembanggannya dapat dilanjutkan.SIMPEKE hanya menampilkan informasi dan data kemiskinan disetipa abupaten di provinsi SUMSEL. SIMPEKE juga menampilkan informasi bagaimana penangulangna kemiskinan serta pihak yang bertanggungjawab dam pengelolaan setiap pengetasan kemiskinan.


DAFTAR PUSTAKA

[1] Aaen, I., Arent, J., Mathiassen, L., and Ngwenyama, O. "A Conceptual MAP of Software Process Improvement," Scandinavian Journal of Information Systems (13), June 2001, pp. 123- 146
[2] Blyth, Andrew & Gerald L. Kavacich, 2006;Information Assurance – Security in the Information Environment 2nd Edt., Springer Verlag, London,
.[3] Bennatan, E.M. 2006. Catastrophe Disentanglement: Getting Software Projects Back on Track. Boston: Addison Wesley

[4] Barki, H., Rivard, S., and Talbot, J. "Toward an Assessment of Software Development Risk," Journal of Management Information Systems (10:2), 1993, pp. 203-225.
[5] Bonham, Stephen S., 2005; “IT Project Portfolio Management”, Artech House, Boston,
[6] Pressman, Roger S. 2005,“Software Engineering A Pratitioner’s Approach : 6th Ed.”, McGraw Hill,New York,;
[7] Iversen, J. H., Mathiassen, L., and Nielsen, P. A. “Risk Management in Process Action Teams,” Chapter 16 in Improving Software Organizations:From Principle to Practice, L. Mathiassen, J. Pries-Heje, and O. Ngwenyama (Eds.), Addison Wesley, Upper Saddle
[8] Iversen, Jakob Holden et all. 2006. Building IT Risk Management Approaches : An Action Research Method, Measuring Information Systems Delievery Quality. London: Idea Group
[9] O’ Brien, James A, 1999 “Management Information Systems, 4th Edition”, Galgotia Publications Pvt, Ltd, New Delhi,;
[10] Stoneburner, Gary et. al, 2002 “Risk Management Guide for Information Technology Systems”, U.S. Departement of Commerce,;
[11] River, NJ, 2002. Lyytinen, K., Mathiassen, L., and Ropponen, J. "A Framework for Software Risk Management," Scandinavian Journal of Information Systems (8:1), April 1996, pp. 53-68.
[12] Zahran, S. 1998, Software Process Improvement: Practical Guidelines for Business Success, Addison-Wesl

Ulasan dari Jurnal di atas :

Pembahasan dari Jurnal di atas berisikan tentang Manajemen Proyek dan Resiko dalam Sebuah pengembangan Sistem Informasi yang akan digunakan untuk Penanggulangan Kemiskinan sebuah provinsi. Provinsi yang di sebutkan di Jurnal tersebut adalah Provinsi Sumatra Selatan.
Seperti kita ketahui, Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi yang bergerak sangat cepat dewasa ini, pengembangan unit usaha yang berupaya menerapkan sistem informasi dalam organisasinya telah menjadi kebutuhan dasar dan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Akan tetapi pola pembangunan sistem informasi yang mengindahkan faktor resiko telah menyebabkan beberapa organisasi mengalami kegagalan menerapkan teknologi informasi tersebut, atau meningkatnya nilai investasi dari plafon yang seharusnya, hal ini juga dapat menghambat proses pencapaian misi organisasi.
Dalam pengembangan manajemen resiko dan pembangunan Sistem Informasi memang di butuhkan beberapa langkah untuk dapat berjalan dengan sesuai yg di harapkan.
Langkah-langkah nya yaitu meliputi :
•          Menentukan Karakterisasi Sistem
•          Mengidentifikasikan ancaman-ancaman
•          Identifikasi kelemahan
•          Analisa pengawasan
•          Menerapkan beberapa kemungkinan
•          Analisa dampak
•          Tahap Penentuan Resiko
•          Rekomendasi control
•          Dokumentasi hasil pekerjaan
Program yang akan di kembangkan dalam Jurnal ini adalah SIMPEKE (Sistem Informasi Manajemen Penanggulangan Kemiskinan). Pengembangan SIMPEKE ini dilakukan untuk menampilkan informasi dan data kemiskinan disetiap Kabupaten di Provinsi SUMSEL.
Selain itu, SIMPEKE juga dapat menampilkan informasi bagaimana penangulangan kemiskinan serta pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan setiap pengetasan kemiskinan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar