Hard disk menyimpan data dalam piringan dengan pola tertentu
yang disebut sector dan track. Track adalah lingkaran konsentris (concentric
circles), sedangkan sector adalah salah satu bagian dalam track tersebut. Data
yang tersimpan di dalamnya dapat dibaca kembali dengan cara mendeteksi pola
tersebut.
Track merupakan bagian yang berwarna terang yang
mengelilingi hard disk, sedangkan sector adalah bagian kecil yang berwarna
gelap. Sebuah sector terdiri atas byte tertentu, misalnya 256 atau 512.
Kumpulan beberapa sector disebut dengan istilah cluster. Track dan sector
dibuat ketika hard disk tersebut diformat. Hard disk umumnya terdiri atas
sebuah spindle yang merupakan pusat atau sumbu bagi sejumlah piringan tersebut
dan sering disebut juga dengan istilah platter, tempat menyimpan data, platter
motor, rangkaian elektronis atau circuit board, serta cover penutup yang
melindungi komponen bagian dalam hard disk.
Platter terbuat dari bahan non-magnetik biasanya kaca atau
aluminium dan dilapisi dengan lapisan magnetik. Pada jenis hard disk model lama
biasanya masih menggunakan iron oxide sebagai bahan
magnetiknya. Sedangkan hard disk saat ini kebanyakan sudah
menggunakan bahan lain, yaitu cobalt-based alloy.
Saat hard disk bekerja, platter tersebut berputar dengan
kecepatan yang sangat tinggi. Data ditulis dan dibaca ke dalam platter melalui
read-and-write head yang berada sangat dekat dengan permukaan platter tersebut,
dengan cara mendeteksi dan mengatur tingkat magnetis pada permukaan platter
secara cepat.
Kapasitas penyimpanan pada sebuah hard disk tergantung pada
jumlah platter yang dimilikinya. Semakin banyak jumlah platter, maka kapasitas
hard disk biasanya juga semakin besar. Sebagai gambaran, hard disk umumnya
memiliki tiga platter dan enam read-and-write head.
Spindel hard disk menggunakan tekanan udara di dalam hard
disk untuk mendukung bagian head agar bisa mengapung ketika platter hard disk
sedang bergerak. Lingkungan luar terhubung ke hard disk melalui lubang kecil
yang terletak di wadah hard disk tersebut. Lubang tersebut sangat kecil dengan
diameter hanya ½ mm.
Oleh karena menggunakan tekanan udara, hard disk biasa tidak
bisa dioperasikan di ketinggian yang ekstrim (di atas 3000 meter), untuk
keperluan tertentu ada hard disk khusus untuk keperluan pengoperasian di
ketinggian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar