Judul : Strategi
Manajemen Resiko Dalam Pengembangan Sistem Informasi
(Studi Kasus Sistem
Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sumsel)
Oleh : Dedi
RiantoRahadi
Fakultas Ilmu
Komunikasi
Universitas Bina
Darma, Palembang
Source : https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q&esrc=s&source=web&cd=78&cad=rja&ved=0CGAQFjAHOEY&url=http%3A%2F%2Fblog.binadarma.ac.id%2Fdedi1968%2Fwp-content%2Fuploads%2F2011%2F12%2FStrategi-Pendekatan-Manajemen-Resiko-Dalam-Pengembangan-Sistem-Informasi.docx&ei=myLcUsTYKrHjsASTwYGQBA&usg=AFQjCNELZH1GJkaiGoQN8kuU-4CMTdiipw&sig2=80AFTlFTOQWK0p6cJi0vCA&bvm=bv.59568121%2Cd.cWc
=================================================================================
ABSTRAK
Manajemen
risiko adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur risiko, serta membentuk
strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang tersedia. Strategi yang
dapat digunakan antara lain mentransfer risiko pada pihak lain, mengindari
risiko, mengurangi efek buruk dari risiko dan menerima sebagian maupun seluruh
konsekuensi dari risiko tertentu. Adapun
metodologi penilaian resiko yang digunakan dengan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) . Secara lebih rinci pengembangan
sistem informasi dapat diuraikan dalam 9 langkah, yang tersusun sebagai berikut
:
1)
Menentukan karakteristik dari suatu sistem
2)
Mengidentifikasikan ancaman-ancaman
3)
Mengidentifikasikan kelemahan sistem
4).
Menganalisa pengawasan
5)
Menentukan beberapa kemungkinan pemecahan masalah
6)
Menganalisa pengaruh resiko terhadap pengembangan sistem
7)
Menentukan resiko
8)
Merekomendasikan cara-cara pengendalian resiko dan
9)
Mendokumentasikan hasil keputusan. SIMPEKE
(Sistem Penaggulangan Kemiskinan) adalah system yang akan dijadikan sampel
dalam penilaian manajemen resiko. Hasilnya menunjukkan sistem memiliki resiko
yang rendah baik dari sisi pelaksanaannya maupun dari system itu sendiri.
Kata
Kunci : Manajemen Resiko, SIMPEKE, Sistem Informasi.
KESIMPULAN
Pendekatan manajemen resiko dalam pembangunan
SI merupakan proses penting untuk menghindari segala kemungkinan-kemungkinan
yang terjadi saat SI tersebut dalam proses pengembangan, maupun saat
maintenance dari SI dilaksanakan. Proses penganalisaan dampak resiko dapat di
susun dalam bentuk matriks dampak untuk memudahkan para pengambil kebijakan pada
proses mitigasi resiko.
Dari hasil analisis SIMPEKE memiliki resiko
yang rendah dengan tingkat ancaman pada level negligible, baik dari sisi
pelaksanaannya maupun system itu sendiri, sehingga pengembanggannya dapat
dilanjutkan.SIMPEKE hanya menampilkan informasi dan data kemiskinan disetipa
abupaten di provinsi SUMSEL. SIMPEKE juga menampilkan informasi bagaimana
penangulangna kemiskinan serta pihak yang bertanggungjawab dam pengelolaan
setiap pengetasan kemiskinan.
DAFTAR
PUSTAKA
[1] Aaen, I., Arent, J., Mathiassen, L., and
Ngwenyama, O. "A Conceptual MAP of Software Process Improvement,"
Scandinavian Journal of Information Systems (13), June 2001, pp. 123- 146
[2] Blyth, Andrew & Gerald L. Kavacich,
2006;Information Assurance – Security in the Information Environment 2nd Edt.,
Springer Verlag, London,
.[3] Bennatan, E.M. 2006. Catastrophe
Disentanglement: Getting Software Projects Back on Track. Boston: Addison
Wesley
[4] Barki, H., Rivard, S., and Talbot, J.
"Toward an Assessment of Software Development Risk," Journal of
Management Information Systems (10:2), 1993, pp. 203-225.
[5] Bonham, Stephen S., 2005; “IT Project
Portfolio Management”, Artech House, Boston,
[6] Pressman, Roger S. 2005,“Software
Engineering A Pratitioner’s Approach : 6th Ed.”, McGraw Hill,New York,;
[7] Iversen, J. H., Mathiassen, L., and
Nielsen, P. A. “Risk Management in Process Action Teams,” Chapter 16 in
Improving Software Organizations:From Principle to Practice, L. Mathiassen, J.
Pries-Heje, and O. Ngwenyama (Eds.), Addison Wesley, Upper Saddle
[8] Iversen, Jakob Holden et all. 2006.
Building IT Risk Management Approaches : An Action Research Method, Measuring
Information Systems Delievery Quality. London: Idea Group
[9] O’ Brien, James A, 1999 “Management
Information Systems, 4th Edition”, Galgotia Publications Pvt, Ltd, New Delhi,;
[10] Stoneburner, Gary et. al, 2002 “Risk
Management Guide for Information Technology Systems”, U.S. Departement of
Commerce,;
[11] River, NJ, 2002. Lyytinen, K., Mathiassen,
L., and Ropponen, J. "A Framework for Software Risk Management,"
Scandinavian Journal of Information Systems (8:1), April 1996, pp. 53-68.
[12] Zahran, S. 1998, Software Process
Improvement: Practical Guidelines for Business Success, Addison-Wesl
Ulasan dari Jurnal di atas :
Pembahasan dari Jurnal di atas berisikan
tentang Manajemen Proyek dan Resiko dalam Sebuah pengembangan Sistem Informasi
yang akan digunakan untuk Penanggulangan Kemiskinan sebuah provinsi. Provinsi
yang di sebutkan di Jurnal tersebut adalah Provinsi Sumatra Selatan.
Seperti kita ketahui, Seiring dengan
berkembangnya teknologi informasi yang bergerak sangat cepat dewasa ini,
pengembangan unit usaha yang berupaya menerapkan sistem informasi dalam
organisasinya telah menjadi kebutuhan dasar dan semakin meningkat dari tahun ke
tahun. Akan tetapi pola pembangunan sistem informasi yang mengindahkan faktor
resiko telah menyebabkan beberapa organisasi mengalami kegagalan menerapkan
teknologi informasi tersebut, atau meningkatnya nilai investasi dari plafon yang
seharusnya, hal ini juga dapat menghambat proses pencapaian misi organisasi.
Dalam pengembangan manajemen resiko dan
pembangunan Sistem Informasi memang di butuhkan beberapa langkah untuk dapat berjalan dengan
sesuai yg di harapkan.
Langkah-langkah nya yaitu meliputi :
• Menentukan
Karakterisasi Sistem
• Mengidentifikasikan
ancaman-ancaman
• Identifikasi
kelemahan
• Analisa
pengawasan
• Menerapkan
beberapa kemungkinan
• Analisa
dampak
• Tahap
Penentuan Resiko
• Rekomendasi
control
• Dokumentasi
hasil pekerjaan
Program yang akan di kembangkan dalam Jurnal
ini adalah SIMPEKE (Sistem Informasi Manajemen Penanggulangan Kemiskinan). Pengembangan
SIMPEKE ini dilakukan untuk menampilkan informasi dan data kemiskinan disetiap
Kabupaten di Provinsi SUMSEL.
Selain itu, SIMPEKE juga dapat menampilkan
informasi bagaimana penangulangan kemiskinan serta pihak yang bertanggung jawab
dalam pengelolaan setiap pengetasan kemiskinan.